situs ini bertujuan menjalin silaturahmi dan memberikan info.... Situs ini berdiri diatas semua golongan..

Situs Ini Media Info Masyarakat Babat, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Jombang


Photobucket


Indeks Berita Hari Ini : 03 Juli 2008

Sekitar 11 Desa Minta Jatah Air Bersih
Ada ribuan warga di 11 desa di tiga kecamatan, yakni Kalitidu, Purwosari, dan Ngasem mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Perbaikan Traffic Light Tak Kunjung Selesai
Traffic light atau lampu lalu lintas (lalin) di timur Alun-Alun Lamongan yang tak kunjung selesai dalam masa perbaikan memicu kesemrawutan arus lalin di simpang jalan Basuki Rahmat-Lamongrejo..

info

Kasus Narkoba Naik, BNK Bojonegoro Waspada
Terhitung hingga Juni tahun ini, tercatat enam kasus narkoba berhasil diungkap petugas kepolisian di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Jumlah ini cenderung meningkat dibanding semester pertama tahun lalu dengan empat kasus.

Disdikda dipusingkan Data Peserta UNPK Paket B
Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro dipusingkan dengan nominasi peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B. Sebab, terdapat perbedaan data nominasi antara di Dinas P dan K Provinsi Jatim dan Disdikda setempat.

Wingko Babat Bukanlah Asli Semarang
Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan-bahan lainnya.

Gaji ke-13 PNS dan Guru Depag Di Sunat
Gaji ke 13 pegawai di lingkungan Depatemen Agama (Depag) Lamongan disunat. Tanpa pemberitahuan apalagi persetujuan serta alasan yang jelas.

Penganiaya Kades DiBee Akhirnya Ditangkap
Tentunya kita masih ingat, Kepala Desa (Kades) Dibee, Kecamatan Kalitengah yang dikepruk botol bir di sebuah warung Terminal Baru Lamongan? Kemarin (28/6) siang, satu di antara sejumlah tersangka pelaku berhasil dibekuk anggota Unit I Reskrim Polres Lamongan.

Dana Rp. 4,187 Miliar Untuk Pendidikan
Pendidikan mendapat perhatian. Apalagi pendidikan usia dini (pra sekolah) di Lamongan mendapat alokasi dana cukup besar dari APBD pada tahun ini, yakni mencapai Rp 4,187 miliar. Alokasi dana tersebut untuk pendidikan anak usia dini (PAUD)/play group dan taman kanak-kanak (TK)/raudlatul Athfal (RA).


Try Out CPNS Berakhir Kisruh
Wah..wah...Pelaksanaan try out CPNS 2008 yang diselenggarakan lembaga Wirakaryasa Indonesia di gedung olah raga (GOR) Lamongan kemarin (29/6) kemarin berlangsung kisruh. Sekitar 800 peserta memprotes pelaksanaan tidak profesional.

tanah dijual
------------------------------------------------------------------

Berita Nasional

  • Ratusan Ribu Pengusaha Angkutan Kemungkinan Gulung Tikar

  • Studio Rekaman Kelas Dunia Dengan Alat Kanibal-an

  • Pemerintah Jamin HAKI Produk Anak Bangsa

    [+/-] Selengkapnya...

  • [+/-] Selengkapnya...

    Dana Rp.4,187 Miliar Untuk Pendidikan

    Babat News -

    Dunia pendidikan harus diperhatikan terutama pendidikan usia dini (pra sekolah) di Lamongan mendapat alokasi dana cukup besar dari APBD pada tahun ini, yakni mencapai Rp 4,187 miliar. Alokasi dana tersebut untuk pendidikan anak usia dini (PAUD)/play group dan taman kanak-kanak (TK)/raudlatul Athfal (RA).

    ''Jumlah PAUD di Lamongan merupakan yang terbanyak di Indonesia,'' kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Aris Wibawa kepada Radar Bojonegoro, kemarin.

    Menurut dia, alokasi dana tersebut antara lain untuk pengadaan alat peraga bagi PAUD sebesar Rp 286 juta. Alat tersebut dibagikan untuk 286 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh Lamongan. ''Sebanyak 286 lembaga PAUD tersebut juga mendapat bantuan pemeliharaan gedung sebesar Rp 858 juta dan masing-masing mendapat Rp 3 juta,'' ungkapnya.

    Selanjutnya untuk lembaga TK, ungkapnya, dialokasikan dana Rp 1,24 miliar untuk pemeliharaan gedung bagi 248 lembaga TK di seluruh Lamongan, masing-masing mendapat Rp 5 juta. Dan untuk RA dialokasikan Rp 195 juta untuk 39 lembaga RA masing-amsing juga mendapat Rp 5 juta. ''Bagi guru PAUD dan TK/RA juga terdapat alokasi anggaran pelatihan sebesar Rp 55 juta, masing-masing Rp 25 juta untuk guru PAUD dan Rp 30 juta untuk guru TK/RA,'' ungkapnya.

    Sedangkan untuk penyelenggaraan pendidikan anak usia dini tersebut, ungkapnya, juga dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,553 miliar. Antara lain untuk transport guru PAUD, transport guru TK/RA, transport monitoring PLS, dan operasional himpaudi (himpunan pendidikan anak usia dini). ''Pendidikan anak usia dini dinilai penting, untuk persiapan menghadapi usia sekolah, sehingga diharapkan bisa dihasilkan SDM Lamongan yang berkualitas,'' terangnya. (JP/feb)

    [+/-] Selengkapnya...



    Penganiaya Kades Itu Akhirnya Di tangkap

    Babat News-
    Lamongan - Tentunya kita masih ingat, Kepala Desa (Kades) Dibee, Kecamatan Kalitengah yang dikepruk botol bir di sebuah warung Terminal Baru Lamongan? Kemarin (28/6) siang, satu di antara sejumlah tersangka pelaku berhasil dibekuk anggota Unit I Reskrim Polres Lamongan.Adalah, Agus Subiantoro, 35, warga Lingkungan Bandaran, Kelurahan Sukorejo.

    Tersangka berambut gondrong ini ditangkap di dekat lokasi Pasar Ikan Lamongan. Dia dibekuk setelah tiga bulan setelah kejadian menghilang. ''Pengakuannya, ternyata selama ini dia bersembunyi di Kediri. Setelah kejadian malam itu dia mengaku langsung melarikan ke Kediri di rumah saudaranya,'' ujar Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Agus I Supriyanto kemarin.

    Tersangka Agus Subiantoro ini, lanjut Agus, bukan satu-satunya tersangka. Masih ada beberapa orang lagi dan kini juga sedang buron. Tapi, dengan ditangkapnya tersangka yang menurut catatan kepolisian sudah pernah dihukum dua kali ini setidaknya dapat mengungkap pelaku lain termasuk latar belakang kasusnya. ''Jadi, kapanpun kasus itu terjadi kita tetap memiliki data dan akan memburunya,'' imbuhnya.

    Seperti pernah diberitakan, Kades Dibee Partin sekitar Maret lalu menjadi korban penganiyaan sejumlah lelaki mabuk di terminal Baru Lamongan. Kades Partin dikepruk botol miras hingga berdarah-darah, setelah itu pelaku melarikan diri.

    Pada kasus berbeda, Unit I Reskrim Polres Lamongan kemarin juga menangkap pelaku kasus penganiayaan. Yaitu, Siswanto, 32, asal Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, pelaku pembacokan Suwarko, 45, juga warga setempat. Suwarko juga tidak sendirian. Saat melakukan perbuatannya dia diduga bersama dua temannya lagi. Saat beraksi, semua tersangka mengenakan topeng ala ninja.

    ''Kejadiannya sudah dua bulan lalu. Tersangka kita tangkap di rumahnya. Selama ini dia selalu bersembunyi hingga keluar kota. Kita belum tahu apa latar belakang penganiayaan saat itu, tersangka kini masih diperiksa,'' kata Kasatreskrim Agus. (idi)

    [+/-] Selengkapnya...

    Gaji ke-13 PNS dan Guru Depag Disunnat


    Babat News -
    LAMONGAN-Gaji ke 13 pegawai di lingkungan Depatemen Agama (Depag) Lamongan disunat. Tanpa pemberitahuan apalagi persetujuan serta alasan yang jelas. sebelumnya, pembagian gaji kepada seluruh pegawai di lingkungan depag yang berkantor di Jalan Veteran itu langsung dipotong. Besarnya bervariasi sesuai golongan.

    Beberapa pegawai depag baik dari karyawan yang bertugas di lingkungan kantor urusan agama (KUA) maupun guru ketika dikonfirmasi wartawan koran ini menginformasikan, untuk pegawai golongan II gaji mereka dipotong sebesar Rp 25 ribu. Untuk golongan III Rp 50 ribu dan golongan IV sebesar Rp 75 ribu.

    ''Kita terima gaji ke 13 sudah dalam potongan itu. Kita tidak tahu alasannya untuk apa. Tapi, suara di kantor katanya untuk biaya ngurus pencairan gaji tersebut,'' kata salah seorang guru depag yang tidak mau namanya dikorankan.

    Tidak hanya itu. Pemotongan uang keejahteraan pegawai yang dilakukan lembaga depag ternyata juga diberlakukan untuk uang lauk pauk. Potongannya dipukul rata sebesar Rp 10 ribu per bulan berlaku bagi seluruh PNS dan guru di lingkungan depag. Uang lauk pauk itu diberikan per dua bulan sekali.

    Uang lauk pauk di lingkungan Depag untuk masing-msaing PNS mendapatkan jatah Rp 15 ribu per hari. Tapi, setiap bulan yang diterima tidak pasti. Sebab, per bulan bisa saja terhitung 20 hari atau kurang tapi juga bisa lebih. Hanya, pada saat pengambilan di bagian keuangan yang tugasnya di bawah kewenangan kasubag keuangan ini, penerimaan uang lauk pauk itu secara otomatis dipotong Rp 10 ribu.

    ''Penerimaannya tanpa struk gaji. Hanya ada keterangan kalau uang lauk pauk yang diterima langsung berbunyi jumlah terakhir,'' kata seorang PNS yang bertugas di salah satu kecamatan.

    Sebenarnya pemotongan ini sudah lama dikeluhkan pegawai Depag. Tapi, selama ini pegawai di lingkungan depag takut menanyakan. Alasannya, mereka takut dimutasi ke bagian yang mereka rasakan tidak enak. Contohnya, pegawai KUA di kecamatan selatan karena mempertanyakan persoalan itu, tidak lama kemudian dipindah ke wilayah utara. ''Pemindahan itu membabi buta, tidak peduli pegawai bersangkutan sudah berkeluarga di lokasi awal. Padahal gaji pegawai bersangkutan tidak banyak dan BBM sekarang juga naik,'' imbuh karyawan depag sendiri.

    Kepala Kantor Depag Lamongan M. Asyhuri hingga kemarin sore tidak bisa dikonfirmasi. Telepon selulairnya yang bernomor 0812311XXXX ketika dihubungi selalu mail box. Demikian juga nomor telepon di rumah dinas di Jalan Veteran Nomor 10, ada nada sambung tapi tidak ada yang mengangkat.(JP/idi)

    [+/-] Selengkapnya...



    Wingko Babat Bukan dari Semarang

    Babat News -

    BABAT- Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan-bahan lainnya. Wingko sangatlah terkenal di pantai utara pulau Jawa. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue. Di pulau Jawa, Wingko juga sering menjadi oleh-oleh untuk keluarga, yang menjadikan kue ini terkenal.

    Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.

    Wingko yang paling terkenal dibuat di Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota ini. Meskipun demikian, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat. Ini adalah daerah kecil di Lamongan, Jawa Timur. Babat terletak di dekat Bojonegoro, Jawa Timur yang terkenal akan kayunya dan karena baru saja ditemukan sumber minyak di daerah ini.

    Di Babat, yang merupakan kota kecil dibandingkan dengan Semarang, Wingko memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah ini. Ada banyak perusahaan penghasil wingko yang memperkerjakan banyak orang. Kelapa yang digunakan untuk bahan wingko ini diambil dari daerah-daerah sekitar tempat ini.

    Saat ini wingko adalah makanam yang terkenal di Babat dan Semarang dengan berbeda merek dan besar yang dijual. Banyak Wingko yang saat ini masih menggunakan nama Tionghoa

    [+/-] Selengkapnya...

    selamat datang di situs BABAT NEWS ..ajang silaturahmi dan informasi yang berdiri diatas semua golongan kami





    Dari Pameran dan Bursa Bunga di Lamongan
    Lamongan, Jum'at,13/06/08
    Omzet Penjualan Capai Rp 1 Miliar


    Babat News-
    Baru sekali dihelat. Ternyata, animo masyarakat terhadap pameran dan bursa di Lamongan cukup luar biasa. Terbukti, setiap hari pengunjung selalu membludak. Bahkan, peredaran uang mencapai sekitar Rp 1 miliar.

    Kemarin, merupakan batas terakhir dari waktu sepuluh hari pelaksanaan pameran dan bursa bunga Lamongan. Tapi, kegiatan yang baru kali pertama di helat di Kota Soto itu tetap sarat dengan kunjungan masyarakat. Terlihat, setiap stan bunga tampak pedagang sibuk melayani pengunjung. Entah mereka hanya sekadar lihat dan bertanya, tapi tidak sedikit pula yang membeli.

    ''Lebih baik media kering seperti ini. Kita ngalahi menyiram, nanti bunga akan segar kembali. Jangan sampai terlalu banyak disiram hingga basah. Bisa-bisa akarnya membusuk, bunga susah untuk ditolong lagi,'' tutur Bambang Obrik, pemilik stan Sedap Malam saat melayani pertanyan pengunjung.

    Hal itu dilakukan Obrik, sapaan akrabnya, dengan senang hati. Dia sama sekali tidak pernah merasa bosan, meskipun pengunjung tersebut hanya sekadar bertanya dan tidak membeli bunga yang dijajakannya. ''Siapa tahu kalau mereka sudah paham cara perawatannya lalu membeli. Namanya berjualan juga harus promosi,'' imbuhnya.

    Kenyataan seperti itu tidak hanya dilakukan Obrik. Tapi juga yang lain. Karena, ternyata memberikan penjelasan seperti itu merupakan bagian dari kesenangan. Yaitu, memberikan informasi agar orang bisa sama seperti para pedagang bunga tersebut, yang selain berbisnis ternyata sebelumnya juga penghobi bunga.

    Entah karena pelayanan ramah seperti itu atau memang pengunjung yang sebelumnya menyukai bunga sebelumnya, terbukti pameran dan bursa bunga di Lamongan ini banyak cukup medantangkan banyak rupiah. Menurut pengakuan beberapa pedagang, setiap harinya rata-rata mereka mampu mendapatkan uang sebanyak Rp 1,5 - Rp 2 juta. Sedang jumlah stan di pameran tersebut mencapai 40 stan.

    ''Sering kita mendapat Rp 2 juta per harinya. Tapi pernah juga hanya Rp 1 juta,'' tutur pedagang bunga yang juga menjual obat-obatan tanaman.

    Adapun transaksi sebesar itu tidak didapat dari penjualan jenis bunga yang beragam. Hanya, jenis bunga tertentu tetap mendapatkan porsi tertinggi. Di antaranya, jenis antherium, adenium, ephorbia dan aglonema lebih laris terjual. ''Kebanyakn orang yang sudah hobi bunga pasti membeli bunga yang awet hingga tahunan. Tapi, bagi yang sekadar suka bunga mereka membeli begitu saja ketika melihat bunga itu indah atau cantik,'' kata Syaeful, pedagang bunga kawakan di Lamongan.

    Tidak sekadar transaksi bunga saja yang didapat dari pameran dan bursa bunga. Hikmah lain, dari kegiatan itu akhirnya muncul paguyuban pedagang. Karena Syaeful dianggap sebagai 'mbahe' pedagang bunga, dalam rapat yang digelar di pendapa alun alun dia terpilih sebagai ketua paguyuban pedagang bunga Lamongan. ''Nama paguyuban itu Padang Bulan. Singkatan dari paguyuban pedagang bunga Lamongan. Program kerjanya menyusul setelah kegiatan ini,'' kata Syaeful. (JP/imam)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita


    Try Out CPNS Berakhir Kisruh

    BabatNews-
    LAMONGAN-Ketika pelaksanaan try out CPNS 2008 yang diselenggarakan lembaga Wirakaryasa Indonesia di gedung olah raga (GOR) Lamongan kemarin (29/6) kemarin berlangsung kisruh. Sekitar 800 peserta memprotes pelaksanaan tidak profesional. Bahkan, kebanyakan merasa tertipu karena pelaksanaan tidak sesuai yang dijanjikan. Buntutnya, sebagian peserta menuntut pengembalian uang pendaftaran.

    Tanda-tanda ketidakberesan try out sebenarnya sudah terbaca sejak pagi. Yaitu, diawali dengan masih dibukanya pendaftaran peserta di lokasi pelaksanaan. Akibatnya, peserta yang beberapa hari sudah mendaftar terpaksa tidak kebagian soal dan lembar kerja jawaban karena kehabisan.

    Panitia juga sudah memperbanyak dengan soal try out dengan foto kopi. Tapi, sebagian peserta yang juga tidak mendapatkan tempat duduk dan terpaksa berada di luar itu tetap tidak terima. ''Apa-apaan ini. Kita hanya diberi foto kopi tapi tetap tidak dapat duduk. Lalu, kalau kita mengerjakan soal apakah akan berkualitas. Kami minta uang kembali, Boleh dipotong Rp 5 ribu sebagai ganti pembelian soal ini,'' kata Arman, salah seorang peserta.

    Panitia tidak bisa berkelit lagi ketika dikerubuti puluhan peserta di luar gedung. Terpaksa panitia merogoh koceknya mengembalikan uang pendaftaran sesuai permintaan peserta tadi. Sementara peserta yang di dalam masih terlihat tekun mengerjakan soal try out. Peserta sebetulnya membludak. Selain dari Lamongan sendiri, peserta banyak dari Bojonegoro dan Tuban bahkan Blora.

    Permasalahan di luar gedung ternyata merembet. Usai pengerjaan soal-soal, peserta ternyata juga mulai protes. Alasannya, karena setelah pengerjaan soal tidak ada pembahasan layaknya pelaksanaan try out pada umumnya. Perserta sendiri juga tidak mendapat kepastian hasil dari try out itu. ''Kalau soal hasil kami yang akan menentukannya dengan rangking,'' jawab Agus Dien, seorang panitia.

    Suasana kian memanas setelah panitia juga mengumumkan menjual compact disk (CD) yang berisi cara-cara menerobos tes CPNS seharga Rp 40 ribu dan kartu SMS seharga Rp 20 ribu. Tapi, peserta tidak mau membeli. Sebaliknya malah merebut CD dari panitia hingga mengakibatkan meja panitia rusak.

    Juka untuk kartu SMS, ternyata setelah dihubungkan dengan operator, nomor yang tecantun dikartu ternyata terblokir. Untuk kasus kartu SMS ini panitia ngalahi mencatat nomor masing-masing peserta yang membeli dengan janji nanti akan didaftarkan ke operator.

    Puncak kekisruhan try out kemarin ketika peserta tetap ngotot meminta pengembalian uang pendaftaran. Tapi, tidak semua. Sebagian peserta yang mungkin sudah merasa frustasi dan kepanasan di dalam GOR juga sudah banyak yang pulang. Akhirnya panitia mengalah mengembalikan uang pendaftaran sebesar Rp 40 ribu.

    ''Kami mohon maaf. Ini semua karena kesalahan teknik. Tujuan kami mulia, ingin membantu para peminat CPNS,'' kata Agus Dien di depan peserta dan sejumlah wartawan.

    Tapi, permasalahan yang harus ditanggung panitia tidak hanya sampai di situ. Mereka kemarin juga dibawa ke Mapolres Lamongan untuk dimintai keterangan. Salah satu alasannya, mereka menyelenggarakan kegiatan dengan mengumpulkan massa tanpa ada surat ijin atau pemberitahuan kepada polisi. Hingga berita ini ditulis yang bersangkutan masih di mapolres.(JP/idi)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita


    Disdikda Dipusingkan, Data UNPK Paket B

    BabatNews
    BOJONEGORO - Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro dipusingkan dengan nominasi peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B. Sebab, terdapat perbedaan data nominasi antara di Dinas P dan K Provinsi Jatim dan Disdikda setempat.

    Nandar, Kasi Pendidikan Setara Subdin Dikmas, Disdikda Bojonegoro mengatakan, selisih jumlah siswa SLTP tak lulus unas, yang masuk nominasi UNPK paket B mencapai 96 siswa. ''Selisih itu terjadi karena perbedaan acuan data yang digunakan untuk nominasi,'' ujar dia kepada Radar Bojonegoro kemarin (28/6).

    Data Disdikda Bojonegoro menyebutkan, jumlah siswa yang tidak lulus unas tahun ini sebanyak 387 siswa. Yakni, 258 siswa SMP dan 129 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri/swasta. Sedangkan data yang diterima dari Dinas P dan K Jatim menyebutkan, siswa SLTP yang masuk nominasi UNPK Paket B sebanyak 481 siswa.

    Diperkirakannya, Dinas P dan K Jatim mengacu data siswa kelas IX SLTP tahun ini. Padahal, tidak semua siswa tersebut mengikuti unas. Penyebabnya, ada siswa yang pindah sekolah dan sebagian lainnya drop out (DO). ''Lha, data yang kami gunakan untuk nominasi adalah jumlah siswa yang mengikuti unas,'' jelasnya.

    Kendati demikian, Nandar menyatakan pihaknya berusaha menemukan siswa yang tidak mengikuti unas, namun masuk dalam nominasi Dinas P dan K Jatim. ''Untuk menemukan mereka pun tak mudah. Sebab, data nominasi dari Provinsi hanya tidak menyebut alamat dan asal siswa tersebut,'' tuturnya.

    Untuk itu, pihaknya mengimbau para kepala sekolah yang merasa ada siswanya yang tak ikut unas untuk melihat data nominasi di Subdin Dikmas, Disdikda Bojonegoro. Tujuannya, memastikan apa siswa tersebut masuk dalam nominasi Dinas P dan K Jatim.

    Sementara itu, selain peserta dari alih jalur (SLTP yang tak ;lulus unas), UNPK Paket B pada 1 hingga 3 Juli nanti juga diikuti 1.343 peserta dari jalur reguler. Yang pelaksanaannya tersebar di 20 Kecamatan di Bojonegoro. ''Untuk tempat pelaksanaan UNPK peserta alih jalur masih kami diskusikan,'' ujarnya. (dim)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita



    Kasus Narkoba Naik, BNK Bojonegoro Waspada

    BabatNews-
    BOJONEGORO - Terhitung hingga Juni tahun ini, tercatat enam kasus narkoba berhasil diungkap petugas kepolisian di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Jumlah ini cenderung meningkat dibanding semester pertama tahun lalu dengan empat kasus. "Angka itu harus sesegera mungkin ditekan,'' kata Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bojonegoro, Setyo Hartono kepada Radar Bojonegoro kemarin.

    Untuk itu, dia menyatakan bakal menggelar pertemuan dengan anggota BNK yang terdiri dari kejaksaan negeri (kejari) dan polres setempat. Sehingga, dapat diantisipasi guna mengurangi dan mencegah peredaran narkoba di Bumi Angling Dharma ini.

    Dia mengakui, kurangnya pemahaman masyarakat tentang jenis, ciri, dan bentuk narkoba menjadi salah satu penyebab mudahnya peredaran barang haram ini. Karena itu, BNK bakal menggiatkan sosialisasi tingkat dini. ''Sasaran sosialisasi ini adalah anak usia SD yang akan naik ke SMP,'' jelas wakil bupati Bojonegoro ini.

    Langkah lainnya, lanjut dia, adalah dengan memperbanyak alat peraga. Antara lain berupa bong (alat penghisap sabu-sabu), serta benda-benda lain yang bisa digunakan untuk mengonsumsi narkoba. Sebab, barang-barang itu mudah ditemukan dan dirakit oleh siapa pun. Namun, tak banyak orang yang tahu jika barang itu dilarang dan membahayakan jiwa mereka.

    ''Masyarakat juga harus tahu jenis-jenis narkoba. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya narkoba. Terutama bagi orang tua kepada anaknya,'' terangnya. (dim)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita



    PErbaikan Traffic Light Tak Kunjung Selesai

    Babat News -
    LAMONGAN - Traffic light atau lampu lalu lintas (lalin) di timur Alun-Alun Lamongan yang tak kunjung selesai dalam masa perbaikan memicu kesemrawutan arus lalin di simpang jalan Basuki Rahmat-Lamongrejo.

    Bahkan, tidak jarang kerap menjadi pemicu kecelakaan. Khusunya, saat arus lalin padat pada jam sibuk, pagi dan siang hari.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Soni Harsono melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Aris Wibawa menyatakan, belum tuntasnya perbaikan traffic light di tenggara alun-alun tersebut karena sedang diganti dengan sistem baru light emitting diode (LED) yang menggunakan penghitung waktu (count down). Sebelumnya, lampu lalin di simpang jalan tersebut menggunakan sistem manual (bohlam).

    Dikatakan mantan Camat Solokuro ini, sejumlah traffic light di Lamongan sudah usang. Rata-rata dipasang pada 1998. Karena itulah, sering mengalami kerusakan yang mengganggu pengguna jalan. Seharusnya, menurut Aris, lampu-lampu tersebut setiap lima tahun sekali diganti. Karena pendanaan tak memungkinkan mengganti seluruh traffic light, secara bertahap Dishub mengagendakan penggantian dengan sistem baru LED.

    Dia menambahkan, dari delapan lampu lalin tersebut, empat di antaranya telah terpasang dengan sistem LED. Empat unit lainnya, masih menggunakan jenis bohlam (manual).

    Aris lebih lanjut menyatakan, dengan terpasangnya lampu lalin sistem terbaru yang dianggarkan menelan dana sekitar Rp 199,4 juta tersebut, berarti tinggal tiga lampu lalin di Kota Lamongan yang masih memakai sistem manual. Yakni, lampu lalin di simpang jalan Sunan Drajat-Sumarga, simpang jalan Basuki Rahmat-Pahlawan, dan simpang jalan Basuki Rahmat-Andansari. (feb)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita



    Sekitar 11 Desa Minta Jatah Air Bersih


    Babat News -
    BOJONEGORO - Ada ribuan warga di 11 desa di tiga kecamatan, yakni Kalitidu, Purwosari, dan Ngasem mulai kesulitan memperoleh air bersih. Mereka, melalui pemerintah desanya masing-masing mengajukan permintaan air bersih ke Pemkab Bojonegoro.

    Menurut Kepala Bagian Urusan Sosial Badan KB dan Kessos Bojonegoro M. Masjkur, 11 desa itu adalah Kaliombo, Donan, Kuniran (Purwosari); Leran, Mayanggeneng, Katur, Sumengko, Beged (Kalitidu); dan Sendangharjo, Kolong, dan Butoh (Ngasem).

    "Di 11 desa itu masyarakat mulai kesulitan air bersih karena sumur-sumur warga sudah tidak mengeluarkan air," kata Masjkur kemarin. Memenuhi permintaan warga, lanjut dia,

    hari ini pihaknya bakal men-droping air bersih ke 11 desa tersebut dengan dua kendaraan tangki.

    Masjkur mengungkapkan, kekeringan tahun ini tergolong parah. Terbukti, Butoh, Kolong, dan Sendangharjo, yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak terjamah kesulitan air bersih, kini mulai terdampak. "Penyebabnya saya kurang tahu persis. Padahal ini baru awal musim kemarau," bebernya.

    Selain 11 desa tersebut, lanjut dia, berdasarkan laporan camat-camat, kekeringan juga mengancam 29 desa lain yang tersebar di 12 kecamatan. Beberapa desa yang diprediksi paling parah dilanda kesulitan air bersih itu di antaranya Sugihwaras, Wedoro, Nglayang, dan Kedungdowo (Sugihwaras). Juga, Geger, Dayukidul, Kedungdowo (Kedungadem); Jatimulyo, Gamongan, Kalisumber, dan Turi (Tambakrejo). Semua desa itu terletak di wilayah selatan Bojonegoro.

    Masjkur menambahkan, untuk mengatasi kesulitan air bersih tersebut Badan KB dan Kessos menyiapkan dua kendaraan tangki air dengan kapasitas masing-masing 5 ribu liter. Jika masih kurang, pihaknya akan meminjam truk tangki milik PDAM setempat dan pihak swasta.

    Pantauan Radar Bojonegoro, selain Sendangharjo, Kolong, dan Butoh, wilayah lain di Kecamatan Ngasem yang tergolong krisis air adalah Desa Bandungrejo. Untuk mendapatkan air bersih, beberapa warga desa ini harus berjalan kaki atau naik sepeda onthel dengan jarak sekitar 5 kilometer. (ade)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita



    PSK dan Germo Terjaring Razia

    Babat News -
    TUBAN - Sikat habis....Setelah dua hari kemarin menggerebek beberapa warnet di kota Tuban. Kini Jajaran Polres setempat kembali menggerebek warung remang-remang di jalan Raya Tuban-Semarang. Tepatnya di Desa Sugihwaras kecamatan jenu Tuban. Sekitar 25 anggota polisi diturunkan untuk penertiban para penjajah seks komersial di kota tuak tersebut. Operasi itu dilaksanakan kemarin (28/6) sekitar pukul 22.00 dan berhasil menangkap 16 PSK dan 2 mucikari.

    Delapan belas pelaku tersebut berasal dari berbagai kota, diantaranya Bojonegoro, Tulungagung, Lamongan, Tuban, Situbondo dan Gresik serta Jombang. Dari pengakuan salah satu pelaku saat diperiksa tim penyidik polres Tuban, ada yang mengaku baru satu minggu singgah ditempat tersebut. Ada juga yang sudah lama melakukan hal tersebut. Dengan alasan karena terhimpit keuangan.

    Dengan kasus tersebut dua pelaku mucikari dijerat pasal 296 KUHP tentaang dengan sengaja menjual perempauan untuk memeberikan kesempatan pada orang lain. Setelah berhasil menangkap para pelaku tersebut. Jajaran polres Tuban juga menggeledah tempat karaoke dikota setempat. dengan sasaran Narkoba, miras (minuman keras) dan barang-barang yang tidak dilarang oleh pemerintah. Dari tujuh tempat karaoke yang ada dibumi ronggolawe tersebut tidak ada satupun barang Narkotika maupaun sejenisnya.

    Kasatreskrim Polres Tuban AKP Efendi Lubis melalui Kanit Opsnal I Aipda Nurhadi mengatakan, operasi ini digelar utnk keamanan dan ketertiban masyarakat serta dalam rangka menjelang Pilgug Jatim tahun 2008. Hingga kemarin (29/6) para PSK dan mucikari masih dimperiksa di Mapolres setempat.

    [+/-] Selengkapnya...

    berita


    Fosil Manusia Purba Bojonegoro Diteliti Pakar Asing

    Babat News -
    BOJONEGORO- Sekitar Juli mendatang, ilmuwan arkeologi dari Jerman dan Swiss direncanakan datang ke Bojonegoro. Mereka merencanakan untuk mencari fosil hewan dan manusia purba di Bojonegoro. ''Mereka sudah kontak saya dan Juli dipastikan akan ke Bojonegoro,''kata peneliti muda arkeologi Bojonegoro, Harry Guru kepada Radar Bojonegoro kemarin.

    Soal lokasi yang bakal digali oleh ilmuwan Jerman dan Swiss tersebut dirinya masih belum mengungkapnnya. ''Namun yang pasti, kami sudah menemukan lokasinya,''ujar pria yang masih lajang ini.

    Dia berharap penggalian hewan dan manusia purba di Bojonegoro dapat menjadikan bukti bahwa kawasan di Bojonegoro akan menjadi lahan pengetahuan bagi ilmuwan arkeologi. ''Selama ini yang menjadi pusat adalah Sangiran (Ngawi), padahal kita juga mempunyai potensi pengetahuan untuk hewan purba,''jelasnya.

    Selama ini, Harry tekun untuk mencari fosil hewan purba yang ada di Bojonegoro. Sejumlah kecamatan yang menjadi lokasi pencarian fosil hewan purba diantaranya di kecamatan Kalitidu, Ngasem, Tambakrejo, Sekar dan Kedungadem. ''Di Kedungadem sudah kita temukan fosil kerang purba, perkiraan kami di Kedungadem dulu pernah ada laut atau sungai purba,''ungkapnya.

    Karena itu, dia berharap dimasa mendatang Bojonegoro dapat menjadi lahan penelitian untuk hewan purba. ''Sehingga kita tahu sejarah Bojonegoro secara utuh,''tandas pria yang juga guru di salah satu SDN di Kalitidu ini. (nas)

    [+/-] Selengkapnya...

    berita


    Belum ada kiriman artikel
    Jika Anda ingin mengirimkankan artikel
    tentang potensi daerah anda
    kirim ke :redaksibabatnews@gmail.com

    [+/-] Selengkapnya...

    berita




    Belum ada kiriman artikel
    Jika Anda ingin mengirimkankan artikel
    tentang potensi daerah anda
    kirim ke :redaksibabatnews@gmail.com

    [+/-] Selengkapnya...

    berita




    Belum ada kiriman artikel
    Jika Anda ingin mengirimkankan artikel
    tentang potensi daerah anda
    kirim ke :redaksibabatnews@gmail.com

    [+/-] Selengkapnya...

    berita




    Belum ada kiriman artikel
    Jika Anda ingin mengirimkankan artikel
    tentang potensi daerah anda
    kirim ke :redaksibabatnews@gmail.com

    [+/-] Selengkapnya...

    berita




    Industri Olahan Kayu

    Hasil hutan berupa kayu jati dan kayu rimba serta limbah kayu gergajian, akar (tunggak bahasa jawa) merupakan komoditas yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tinggi baik nilai manfaat maupun nilai seni. Komoditas ini telah dikembangkan oleh masyarakat Bojonegoro sebagai usaha industri rumah tangga dengan produk berupa meubel dan barang sovenir. Sentra industri kayu meubel yang telah berkembang antara lain Desa Batokan Kecamatan Kasiman dan sekitarnya merupakan sentra industri meubel dan ukir, desa geneng Kecamatan Margomulyo dan sekitarnya sebagai sentra industri meubel, soevenir dari limbah jati (akar/tunggak) dan desa Semlaran Malo sebagai sentra Industri pembuatan patung sapi dan jenis binatang lainnya.


    Lahan Pertanian

    Sektor pertanian merupakan penopang utama pertumbuhan daerah, hal ini dapat diamati dari sisi jumlah penduduk dengan jumlah 1.196.496 jiwa, sekitar 5% bergerak pada lapangan kerja dan usaha dibidang pertanian, dan dari sisi sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 46,38% berdasarkan harga yang berlaku dan 44,44 % berdasarkan harga konstan, bila dibandingkan dengan sektor lain masih menduduki ranking teratas. Komoditas utama di bidang pertanian adalah untuk tanaman pangan meliputi tanaman padi dengan produksi rata-rata 600.000 ton GKP pertahun atau sekitar 300.000 ton beras pertahun, jagung dengan produksi rata-rata pertahun mencapai 90.000 ton pipilan kering, Kedelai dengan produksi pertahun mencapai 55.000 ton ketela basah, tanaman perkebunan meliputi komoditas Tembakau Virgina dengan produksi rata-rata pertahun 6.520 ton daun kering, tembakau jawa produksi 470 ton daun kering / pertahun, Tebu dengan produksi rata-rata pertahun 4.290 ton (Kristal Gula), dan untuk tanaman Hortikultural dengan produksi unggulan adalah buah blimbing dengan sentra di Kecamatan Padang, salak dengan sentra di desa wedi Kapas dan pisang raja dengan sentra di Kecamatan Ngasem dan Purwosari.


    Tambang Minyak Bumi

    Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di wilayah kecamatan Ngasem (Desa Mojodelik, Brabohan, wonorejo) diperkirakan mencapai 126 juta barel. Eksplorasi yang telah dilakukan dengan 126 sumur yang meliputi 106 sumur produksi, 18 sumur injeksi air dan 2 sumur injeksi gas. Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam dikelola secara tradisional dan mekanis. Penambangan tradisional dikelola oleh masyarakat dengan peralatan sederharna untuk pengambilan minyak (sumur) dengan rata-rata kedalaman 500 meter dan denga sumur pompa tangan (penemuan baru) dengan kedalaman 28 meter, sedangkan sebagian lagi menggunakan tehnologi yang memanfaatkan mesin mobil sebagai penggerak. Jumlah penabang minyak tradisional sekitar 74 (sumur) unit yang berlokasi di wilayah kecamatan Kedawan meliputi desa wonocolo 44 sumur dengan kapasitas produksi 25.771 liter/hari, desa Hargomulyo 18 sumur dengan kapasitas produksi 12.771 liter/hari dan desa Beji 12 sumur dengan kapasitas produksi 8.249 liter/hari.

    Lokasi :
    Kec. Kedewan
    Jumlah sumur 416
    Sifat tradisional
    Pengelola KUD
    Bogosasono
    Pelaksana : Masyarakat

    Lokasi Minyak dan Gas Bumi :
    Kecamatan Ngasem Potensi Minyak +/- 600 Juta Barel
    Produksi : +/- 160.000 barel/hari
    Potensi gas bumi lebih besar sementara belum di kelola
    Pengelola : Exxon Mobile

    Lokasi :
    Kec. Kapas Sumur Sukowati
    Pengelola : Petrochina
    Produksi : 7.100 barrel perhari

    [+/-] Selengkapnya...

    berita




    Belum ada kiriman artikel
    Jika Anda ingin mengirimkankan artikel
    tentang potensi daerah anda
    kirim ke :redaksibabatnews@gmail.com

    [+/-] Selengkapnya...